//
you're reading...
Home Education

Belajar Mengenal Waktu “jam” melalui “Ramadhan”

Huhuyyy… Alkhamdulillah, tahun ini kak Liv mulai belajar puasa. Sebenarnya agak terlambat sih, diusianya yang ke 4,5 tahun kak Liv baru mengenal dan merasakan puasa Ramadhan. Karena Ramadhan tahun kemaren mama masih sibuk dengan kedatangan salah satu anugerah Allah, dek Tangguh. Yup, tahun ini,ramadhan pertama kak Liv belajar berpuasa.

Meski penjelasan mengenai puasa Ramadhan sudah jauh-jauh hari diberikan, tapi yang namanya anak-anak pasti merasa berat menjalankannya. Hari pertama terasa berat sekali, jam 8 pagi sudah merengek-rengek minta susu dan makan.  Kami sibukkan dengan pekerjaan lain, membaca, mewanai, membantu mama di dapur (waduh, jadi lihat makanan terus dong, hehehe..). Dan kami janjikan jam 10 boleh berbuka. Hari kedua dan seterusnya puasa lancar sampai adzan dhuhur tiba, Alkhamdulillah…

Selama Ramadhan ini, banyak hikmah yang bisa dijadikan pelajaran buat kak Liv. Bisa menahan nafsu kepengen makannya (meski tiap ke warung pasti  beli ini-itu buat persiapan berbukanya :D), menahan nafsu amarahnya (katanya, kalo marah mengurangi pahala puasa, kan pahala buat masuk surga? betul-betul-betul). Selain itu kak Liv juga mulai belajar konsep waktu.

*

Selama ini yang dia tahu tentang waktu masih sebatas pagi (bangun tidur dan boleh maen di luar) – siang (tidak boleh maen di luar, bobok siang) – sore (boleh maen diluar) dan malam (maennya di rumah).

**

Kini kak Liv mulai mengerti konsep jam. Sahur jam 4 pagi (meski kadang sahur sebangunnya dia, jam 7-8 pagi), berbuka jilid satu jam 12, berbuka jilid 2 jam 6 sore. Karena teman-temannya pada sekolah, dan dia homeschooling, untuk waktu bermain bersama teman harus menunggu jam 10.00 ketika teman-temannya pulang. Mengaji jam 3 sore, pulang ngaji jam 4 sore selanjutnya maen sampe jam setengah 6 sore.

***

Tentunya, sebelum belajar jam yang harus diketahui kak Liv adalah angka. minimal angka 0-9 (emang ada lagi angka selain itu.. hehehe..). Dan sediakan jam dinding atau jam tangan yang angkanya lengkap (1-12). Ajarkan untuk melihat jarum pendeknya saja dulu biar gak bingung.  Mula-mula anak biasanya akan menghitung dari angka 1 untuk mengetahui jam berapa sekarang (kurang pede aja kali). Lama-lama hafal dan biasa juga. Selanjutnya bisa diajarin menit bahkan detik.

****

Yang paling penting sebenarnya motivasi. Untuk belajar jam misalnya, bisa dengan belajar mengetahui jam tayang menunggu tontonan kesukaan anak di TV, jam berangkat dan pulang sekolah. Nah, karena di rumah nggak ada TV dan Liv sendiri nggak sekolah, mencari momennya agak susah. Alkhamdulillah, lewat Ramadhan belajar waktu lebih mudah. Karena lapar dan haus, waktu berbuka adalah waktu yang paling indah.

 

Alkhamdulillah, senang banget karena kak Liv belajr banyak hal dari ramadhan ini Belajar menahan nafsu, belajar tentang waktu meski baru belajar jam, belajr tentang amalan-amalan Ramadhan, belajar doa berbuka. Can’t wait to learn more about minutes or seconds..

Ramadhan.. jangan cepat berlalu 🙂

 


Comment please..

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published.


1 × five =