//
you're reading...
Uncategorized

Daikin Yang Terlupakan

Punya suami yang rada-rada perfeksionis memang kadang ribet, seringnya untung.

Kurang lebih dua tahun yang lalu, saat kelahiran anak kelima kami. Dimana depok lagi musim kemarau yang panasnya ampun-ampunan, bikin pengen berendam air es, mau berendam dimana coba badan segede ini, habis lahiran pula.

Pun anak-anak, klub kakak keluar masuk lemari es, nyari puding, sirup, es batu aja juga oke, yang penting dingin. ujung-ujungnya pada mbeler, pilek, dan rewel. Emaknya pusing, ngurus bayi belum kelar, eeh… tambah klub kakak yang their body is not delicious, wakakkak…

Si babypun gak mau ketinggalan, susah tidur, gatal, biang keringat di leher, punggung, dan lipatan-lipatan tubuhnya. Mau dilepas bedongnya, dia kaget-kagetan dengar suara klub kakak, dipakein bedong gerah, kipas angin digedein kembung. Oooh… emak makin bingung.

Hingga suatu hari, ada kurir datang membawa AC dan memasangnya di rumah kami. Eehmmm rupanya diam-diam sang papa punya hajat yang sama denganku. Alhamdulillah…

Waktu lihat merknya, “Daikin?” merk yang gak familiar di telinga emak-emak. Yaah… emak mah tahunya yang mirip merk hp, tv atau kulkas. Hahahah… piss aah.

Penampakan AC Daikin di r

Penampakan AC Daikin di rumah kami

Emak kepo browsing harganya, alamaaak… lebih mahal dari AC merk lain. Komplain ke suami, jawabnya singkat “wes toh, mengko lak ngerti dewe kenopo, lagian aku seng mbayar koq ribut (sudah lah, nanti juga kamu tahu kenapa, Lagian aku yang bayar koq kamu yang ribut)”. Huwaa… kena deh.

Tapi saya berusaha berbaik sangka, sebagai web hoster, kerjaan suami memang salah satunya selalu bersentuhan dengan AC. Karena suhu ruangan sangat mempengaruhi kinerja dan ketahanan server-server yang nyalanya 24/7 , gak boleh mati.

Kebayang kan kalo suhunya tidak optimal atau AC data center bolak-balik mati, bisa ngadat dan rusak server-server di dalamnya. Dan kerugiannya?? haduuhh gak kebayang deh, materiil dan moril karena menyangkut kepercayaan pelanggan akan keamanan data dan setiap proses di dalamnya.

Hingga lebaran tahun ini, seperti biasa kami mudik ke rumah orang tua di Bandung selama seminggu kemudian ke jawa seminggu. Namun kali ini, karena kami dapatnya tiket pesawat ke surabaya via cengkareng, maka setelah dari Bandung kami pulang dulu ke Depok, dan besoknya baru terbang ke Surabaya.

Syok kami melihat kondensor AC menyala dan keluar tetes-tetes air di selang yang turun ke parit. “Siapa yang ada di dalam rumah?” Dag… dig… dug, pikiran kami mengembara kemana-mana. Padahal kami bukan pengabdi ketan, apalagi setan. Hiii… na’udzu billah min dzalik.

Suami membuka pelan-pelan pintu depan sambil mengucapkan “Bismillah, Assalaamu’alaikum warahmatullah wabarokatuh”. Sepiii… yang ada hanya lantai ruang tamu yang dingin, begitu seterusnya ruang tengah dingin, bahkan dapurpun dingin.

Segera kami masuk kamar tidur depan, dibukanya pintu kamar pelan-pelan, gagang pintu berasa es batu, dingiiiinn. Yup AC Daikin 1/2 pk kami menyala selama tujuh hari dengan setting suhu 16 derajat celcius.

Cek and ricek, ternyata ada tangan-tangan kecil yang usilin remote AC  Daikin sebelum kami berangkat. Disetting jam 16.00 hidup dengan suhu 16 derajat celcius. Sementara kami berangkat selepas dhuhur.

Sebagai emak, sayapun lemes, kebayang kalo rusak atau mati. Bayangkan saja tujuh hari tujuh malam itu AC Daikin  digeber dengan suhu 16 derajat celcius. Hingga rumah sederhana kami berasa pindah ke tanah tinggi deli, padahal mah di depok. Habis mudik pulak, tabungan ooh… tabungan.

Padahal hari-hari biasa, dalam keadaan normal suhu 22-23 derajat celcius saja sudah dingin. Apalagi kalo habis dibersihin, suhu 25 derajat celcius sudah bikin kami tarik selimut.

“In syaa Allah nggak papa, yang di data center itu merk Daikin juga lho, gak pernah mati, hemat listrik dan suhunya juga super dingin”. Kata sang suami.

Ahh.. masak sih? bulan berlalu, Alhamdulillah tidak ada gejala rusak, yang ada hanya kurang dingin jika 2-3 bulan tidak dibersihkan. Dan ini sudah termasuk perawatan yang standard banget buat AC, yaitu melakukan pembersihan rutin.

Meski begitu, masih ada kekhawatiran berikutnya, yaitu tagihan listrik bulan depan. Alhamdulillah tidak seseram yang kami bayangkan. Mungkin karena teknologi inverternya, cepat dingin dan hemat listrik.

Jangan tanya emak bagaimana kerjanya teknologi inverter yak. Cek di web resminya Daikin saja.

Ya, semua ini menjadi harga murah yang kami bayar karena lupa ngecek sebelum berangkat. Dan syukurlah… gak perlu ganti AC, xixixi..

Selanjutnya, tips buat yang mau pergi dalam waktu yang lama, terutama yang punya anak-anak kecil di rumah. sebaiknya matikan stekernya, lebih aman dan tenang di hati. Karena kita tak pernah tahu apa ulah mereka selanjutnya.

Dan tentunya jadikan awet tahan lama dan hemat listrik jadi prioritas saat memilih merk AC, banyak baca sebelum membeli. Awet dan hemat listrik? Pilih AC, ya Daikin..


Comment please..

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published.


2 − = one