//
you're reading...
Home Education

Cintamu pada Al-qur’an membuatku bangga…

Tulisan ini adalah tulisan saya di blog saya yang terdahulu, namun sekarang saya ingin fokus di blog yang ini saja. Lebih keren, lebih bondo karena bukan gratisan hostingnya, ciyeee.. padahal sayanya dapetnya juga gartis dari suami tercinta pemilik PERDHANAHOST.

 

Bismillaahirrohmanirrahim…
alhamdulillaahirobbil ‘Alamiin..
Ar-rahmaanirrohiim..
Maaliki yaumiddiin…

Suara kecil, cemprreng dan sangat keras beradu dengan suara imam yang berusaha khusu’ karena harus berlomba dengan suaramu…
dia memang punya hobi sholat dan menghapal segala sesuatu.. lagu.. istilah.. bahkan do’a dan kalam ilahi… Diusianya yang ke 2,5 tahun, Liv (begitu kami memanggilnya) Alhamdulillah telah menghapal Al-Fatihah, Al-ikhlas, An-Naas, Al-falaq, Al-‘alaq 1-5 dan Al-kafirun.. tentunya selain hapalan lagu anak2 dan tak gendong kemana-mananya Mbah surip..

Ketika keluar dari rumah Allah (begitu Liv menyebut masjid) ada seorang ibu bertanya bagaimana caranya mendidik anak cinta Alqur’an? apakah harus disiplin? dipaksa bahkan?
Sejenak aku bingung harus menjawab apa..
memaksa… jelas tidak mungkin memaksa anak 2 tahun, bukannya pinter malah bisa stress
disiplin… mungkinkah?? karena kami sendiri tidak pernah ada waktu khusus dan target2 untuk mengajarinya.

Kalo boleh flash back.. mungkin ini jawabnya..
kami berusaha membudayakan shalat jama’ah di rumah..
Ketika hari libur kami berjama’ah bertiga(papa,mama,liv)..
dan ketika tinggal kami berdua, juga tetap berjama’ah..
Setelah itu kami usahakan (walau kadang g kesampean) untuk mengaji..

Al-qur’an bukan benda keramat yang harus disimpan di lemari dan tidak teersentuh karena takut berdebu dan rusak..
Saya meletakkan Al-Qur’an, buku Iqro’ di meja yang mudah dijangkau liv..
dia bisa mengambil, membuka,bahkan berimajinasi seolah membacanya..
Nggak takut rusak??
nggak tuch… Anak punya naluri dan akal, dia bisa mendengar dan melihat bagaimana ortunya memperlakukan Al-Quran..
sebuah kecelakaan kecil mungkin terjadi, tapi itu merupakan harga murah yang harus dibayar untuk anak..dan satu laaagiii

it’s so important, “NO TV @HOME”. Ketika otak teracuni dengan hal-hal yang berbau hedonisme, biasanya syarafnya menjadi kurang peka terhadap hapalan. Dan saya pernah membaca, anak yang hafalan Al-Qur’annya bagus, tingkat kecerdasannya meningkat. Wallahua’lam bishowab

Comment please..

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published.


6 + one =