//
you're reading...
Uncategorized

Andai Pemimpinku Sedikit Pintar dan Amanah

Seorang teman bercerita, bahwa menurut seorang ustadz (dia lupa nama ustadznya), negara SEHARUSNYA  menjami kebutuhan dasar (asasi) warganya atas kesehatan, dan pendidikan. Saya yang hanya sempet duduk di pesantren 2 pekan (1 pekan masa orientasi, dan sepekan berikutnya banyak nangisnya minta pulang, hehehe.. membukyaaib.com) kaget dan seneg banget mendengarnya. Bayangkan.. anak-anak kita mendapat pendidikan terbaik tanpa mengeluarkan uang berjuta-juta. Bayangkan.. Siapa saja yang sakit bisa mendapat pelayanan terbaik tanpa harus pusing memikirkan biaya.

Secara konseptual maupun praktikal jaminan tersebut telah dinyatakan oleh oleh Rasulullah saw. dan dilaksanakan oleh beliau sebagai kepala negara. Kebijakan ini diikuti oleh para khalifah setelah beliau mulai Khulafaur Rasyidin ra. sampai khalifah terakhir.

Islam telah memberikan jaminan kesejahteraan kepada rakyat bukan saja di dunia atau saat hidup. Bahkan saat seseorang meninggal pun Islam masih memberinya jaminan. Dalam praktiknya jaminan yang diberikan dalam Islam dikelompokkan menjadi dua: jaminan kebutuhan pokok setiap individu dan jaminan kebutuhan pokok masyarakat.

Jaminan Kebutuhan pokok individu adalah kebutuhan yang dibutuhkan individu tanpa melihat usia, waktu, maupun kondisi, meliputi dalam bentuk sandang, pangan dan papan dalam bentuk mekanisme tidak langsung. Jaminan kebutuhan pokok masyarakat adalah kebutuhan yang mutlak harus disediakan oleh negara secar langsung. Dengan itu setiap anggota masyarakat tanpa kecuali berkesempatan untuk bisa merasakannya saat membutuhkan, seperti jaminan kesehatan.

Eiits.. itu bukan kata saya lho.. Karena bodoh dan penasaran saya cari artikel terkait, dan selengkapnya bisa dibaca  disini.

Pikiran saya sederhana saja.. Andai semua itu terwujud, tentu beban seorang suami menjadi ringan, sehingga para suami dan ayah mempunyai waktu dan tenaga yang lebih untuk keluarga dan masyarakat. Juga seorang ibu tak perlu pergi pagi pulang malam dan kehilangan momen-momen bersama buah hati. Ayah dan ibu mempunyai banyak waktu untuk belajar apa saja dan mengajarkan apa saja pada anaknya. dan tentunya generasi terbaiklah yang menyongsong negeri ini.

Saya yakin, jika para ibu ditanya: Inginkah mereka dekat dengan buah hatinya? pasti, tak ada ibu yang mau jauh dari anaknya. Jika ditanyakan kepada suami, lebih senang manakah, istri bekerja di luar rumah atau di rumah? saya yakin, jawabannya senang melihat istri di rumah, sehingga anak mendapat pendidikan dan kasih sayang terbaik.

Subhanallah.. Maha sempurna hukum Allah..

iklimkarbon.com

Negaraku.. coba kutengok isi perutmu.. masih adakah tersisa untuk kami dan anak cucu kami sebongkah emas, barel minyak bumi, dan isi perutmu yang lain? Hai lautan, apa kabarmu? kudengar kau sakit karena berkubik-kubik limbah terpaksa harus kau telan.. Hai hutan tropis, kulihat kau mulai menua, lihat tanda-tanda penuaanmu, gundul, keriput, tidak berdaya..

 

 

 

Kenapa negara kita yang kekayaannya dari ujung langit hingga ujung buminya tak terkira banyaknya kalah dengan negara yang dipimpin Rosulullah dan sahabat? Padahal negara itu gersang dan saat itu belum diketahui dan belum ada teknologi untuk memanfaatkan minyak bumi di sana.

eocommunity.com

Teringat dialog lucu antara Tuhan dan malaikat, karena lupa lengkapnya seperti apa, saya cari dan dapetnya disini (ini cuma becandaan lho):

Saat benua afrika diciptakan, terjadi dialog antara malaikat dengan Tuhan

Malaikat : “Tuhan apa yang kau ciptakan itu?”

Tuhan     : “Itu namanya benua afrika, Aku ciptakan lahan yang sangat potensial, karena di dalamnya banyak sekali kekayaan alam”

Malaikat : “Lalu dimana letak keadilan Mu?”

Tuhan     : “Meskipun kaya, tetapi aku ciptakan tanah yang sangat gersang”

Malaikat : “Lalu yang itu apa?”

Tuhan     : “Itu namanya benua Amerika, lahannya tandus, kekayaan alampun sedikit sekali”

Malaikat : “Bagaimana bisa dikatakan adil?”

Tuhan     : “Meskipun disana tidak ada apa-apa, tapi aku ciptakan orang-orang yang pinta”

Malaikat : “Wah…apa itu yang indah?”

Tuhan     : “Itu namanya Indonesia, lahannya subur, banyak kekayaan alamnya”

Malaikat : “Bagaimana dengan orang-orangnya?”

Tuhan     : “Orang-orangnya super duper kreatif”

Malaikat : “Wah…Engkau tidak adil! Tempat lain Kau beri kekurangan dan kelebihan, kenapa yang satu ini begitu sempurna?”

Tuhan    : “Sabar sek to…meskipun daerahnya kaya, orang-orangnya super duper kreatif, tapi aku berikan mereka pemimpin yang bodoh”

Andai.. dan semoga hayalan saya ini menjadi nyata..


Comment please..

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published.


+ 3 = twelve